Friday, September 16, 2016

5 Proses Penyebaran Virus Zika yang Mesti Diketehaui Agar Tidak Tertular

Virus Zika menjadi popular akhir-akhir ini karena pemberitaannya yang sudah dikabarkan telah menyebar hingga Singapura. Bukan hanya di negara tetangga saja bahkan virus zika di Indonesia telah menjadi status waspada karena telah ditemukan beberapa orang yang juga turut terjangkit.

Namun apakah anda semuanya sudah tahu apakah virus zika tersebut? dan bagaimanakah caranya virus zika dapat menyebar dan menjangkit seseorang? Tentunya hal ini masih saja membingungkan semua orang sehingga akan sangat sulit untuk berupaya menghindarinya jika anda tidak mengetahui penyebabnya.

Bahaya virus zika juga harus anda ketahui dengan baik. Jika ia menyerang ibu hamil maka akan sangat mengancam ibu hamil dan janin yang sedang dikandungnya. Hal ini tentunya akan sangat membahayakan anda dan juga keluarga anda.

Proses Penyebaran Virus Zika

Oleh karena itu di bawah ini adalah beberapa dari cara penyebaran virus zika

1. Virus Zika disebarkan oleh gigitan nyamuk
Penyebar utama virus zika yang harus anda ketahui adalah berasa dari nyamuk aedes. Oleh karena itu menghindari virus zika berarti harus mencegah nyamuk di sekitar anda. Gunakan obat nyamuk dan juga kelambu saat tidur. Selain itu rajinlah untuk membersihkan genangan air di sekitar tempat tinggal anda.

2. Virus Zika bisa menyebar lewat hubungan intim
Jika seseorang telah terjangkit virus zika maka akan beresiko orang itu mampu menyebarkan virus zika melalui hubungan intim. Apalagi saat anda tidak menggunakan kondom, maka virus ini bisa menular kepada pasangan anda.

3. Demam, gejala awal virus Zika
Jangan menganggap enteng jika anda terkena demam. Apalagi jika demam anda disertai oleh gejala lain seperti sakit kepala, nyeri sendi, munculnya ruam di tubuh, nyeri otot, hingga konjungtivitis, Hal tersebut bisa saja bukan demam biasa namun merupakan gejala dari terjangkitnya anda oleh virus zika. Gelaja tersebut biasanya berlangsung selama 2-7 hari. Jika ada dari gejala tersebut yang anda rasakan segeralah periksakan kesehatan anda di dokter.
Baca juga: 4 Hal Penting Mengenai Virus Ebola
4. Belum ada vaksin virus Zika hingga saat ini
Hal yang anda harus ketahui bahwa virus zika masih belum didapatkan vaksinnya. Para ahli masih berusaha keras untuk bisa menemukannya. Oleh karena itu anda sebaiknya bisa berusaha untuk tidak terjangkit virus ini.

5. Ibu hamil dan janin berisiko tinggi terkena virus Zika
Sebelumnya telah dijelaskan bahwa virus zika sangatlah berbahaya jika anda sedang hamil karena berseiko besar mampu merusak janin. Jika ibu hamil terjangkit virus ini maka akan menyebabkan bayi anda lahir dalam keadaan microcephali. Keadaan ini adalah keadaan lahir dengan kepala kecil, menyebabkan keterbelakangan mental, serta keterlambatan untuk bicara.
Lihat juga: 10 Cara Ampuh Mengobati Demam Ringan
Asal-usul virus ini adalah dari Afrika pada tahun 1947 di hutan yang bernama Zika, di daerah Uganda. Di tahun 1951-1981, virus ini mulai menginvasi di seluruh Asia dan Afrika. Lalu pada tahun 2007, sekitar 73% dari total penduduk Polinesia terinfeksi virus ini. Kemudian di tahun 2014, virus ini untuk pertama kalinya menguasai Amerika Latin.

Virus ini sangatlah berbahaya dan menakutkan, oleh karena itu jangalah menganggap remeh status waspada virus ini di Indonesia. Terima kasih.