kompas.com
Uncategorized

Apa Penyebab Sebenarnya Ledakan Di Lebanon, Kecelakaan Atau Konspirasi?

Selasa, 4 Agustus 2020, Lebanon berduka atas meninggalnya 135 orang, 5000 orang yang mengalami luka parah dan terdapat 300.000 orang kehilangan tempat tinggalnya.

Peristiwa ini menuai tanya, sebenarnya apa yang terjadi di Lebanon, ledakan apa itu? Aapakah pengeboman yang dilakukan penjajah untuk menaklukan Lebanon, atau sebuah kecelakaan semata?.

Tentunya, untuk orang-orang yang hanya melihat gambar atau video, mereka akan berfikir terjadi pengeboman atau peperangan seperti halnya yang terjadi pada Palestina. Apalagi Lebanon merupakan salah satu Negara Islam.

Meski dari beberapa media menjelaskan kronologis kejadian dan terduga terjadinya ledakan dahsyat itu di akibatkan oleh Amonium Nitrat, namum sampai saat ini pihak yang berwajib masih menyelidikinya.

Berdasarkan info yang beredar, bahwasannya ledakan tersebut disebabkan oleh Amonium Nitrat yang di simpan selama bertahun-tahun di pelabuhan Beirut tanpa pengawasan keamanan.

Pertanyaannya, memangnya apa itu Amoniun Nitrat, sehingga bisa menyebabkan ledakan dahsyat di Beirut. Amonium nitrat adalah pupuk pertanian yang di simpan selama bertahun-tahun dalam kapal.

Berdasarkan info dari CNN (05/08/2020) Pupuk pertanian tersebut atau Amoniun Nitrat itu tiba di Beirut dalam kapal milik Rusia. Info yang diberikan oleh kru kapal, katanya pupuk tersebut adalah milik seorang pengusaha bernama Grechushkin yang tinggal di Sirpus.

Kapal Rusia itu berangkat dari Georgia menuju Mozambuk, setelah mengalami kehabisan bahan bakar buat kapal, kapal tersebut singgah di Yunani. Saat itu pemilik Kapal memberi tahukan kepada para awak kapal, bahwa pemilik kapal kehabisan uang. Untuk menangani masalah tersebut, pemilik kapal harus mengambil Kargo tambahan untuk biaya tambahannya. Namun rencana mereka gagal, saat mereka putar balik ke Beirut, mereka di tahan karena pelanggaran membawa beban angkutan melebihi batas maksimal yang di tentukan untuk kapal.

Selain dari pelanggaran kapasitas kapal, kapal di tahan juga karena tidak membayar biaya pelabuhan dan mendapat pengaduan juga dari sebagian penumpang kapal.

Pada akhirnya para penumpang kapal di pulangkan ke Negara asalnya setelah mereka menjual bahan bakar yang digunakan untuk menyewa pengacara, karena mereka tidak mendapat bantuan dari Negara Asalnya. Para penumpang dipulangkan tanpa membawa apapun, termasuk Amonium nitrat tersebut.

Kapal yang berisi Amonium nitrat tersebut tidak di pindahkan ke kapal manapun, karena sifatnya yang berbahaya. Namun pada tahun 2014, pupuk tersebut di bongkr dan di pindahkan ke gudang penyimpanan di Pelabuhan Beirut.

Badri Daher seorang direktur Bea Cukai Lebanon mengingatkan kepada pemerintahan Lebanon bahwa barang tersebut merupakan barang yang berbahasay. Sampai beberapa kali pengajuan agar membuag barang tersebut. Namun smaa sekali bagian hukum di Lebanon tidak menanggapinya.

Setelah beberapa saat sebelum terjadi ledakan, katanya pemerintah Lebanon meminta bantuan satpam untuk memperbaiki Pintu Gudang penyimpanan tersebut, naun tidak ada sesuatu hal yang terjadi yang mencurigakan. Atau dalam kata lain tidak ada tanda-tanda akan terjadi ledakan.

Meski demikian, pro kontra terus terjadi. Saling menyalahkan antara pihak satu dengan pihak lainnya. Ledakan dahsyat ini sangat menyita perhatian dunia. Sebagian berpendapat bahwa ini adalah konspirasi untuk mengalihkan focus masyarakat. Sebagian lainnya menyetujui bahawa ini murni kecelakaan. Namun pertanyaan masih tetap ada dari kronologis kejadian yang terjadi.

 

Penjelasan Singkat tentang Amoniun Nitrat

  • Masuk dalam golongan garam anorganik
  • Digunakan sebagai pupuk,peledak, pipoteknik, herbisidum, insektisidum, campuran pembeku, zat pengaksidasi, dan zat pengkatalisi.
  • Memiliki resiko berbahya jika dilakukan dengan cara yang salah.
  • Memiliki reaktifitas yang stabil tetapi dapat terurai jika di pansakan.
  • Kondisi yang harus dihindari adalah panas berlebihan, bahan yang mudah terbakar, agen reduktor, bahan organik lainnya.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *